Anastasia Aprillia....
Nama yang bagus bukan?
Untuk seorang artis namaku sebenarnya cukup menjual. Tapi bukan itu yang sebenarnya mau kubahas disini.
Masih ingat benar aku disaat pertama kali aku didaulat menjadi artis remaja masa kini.
Banyak sekali makhluk-makhluk yang memposting ucapan selamat serta support dan segala tetek bengeknya di timeline facebook saya. Kebanjiran mention di twitter. Daaaaan---Dihujani sms serta telpon dari orang-orang yang mengatas namakan 'pertemanan'.
Ha.
Where the fuck are you guys when I am NOBODY?
And yes.
Let's be wise you say.
Kalau kita cari kesimpulan melalui sisi bijak bajik bajing-nya, para teman...ya.
para teman itu mungkin turut senang dan bangga atas kesuksesan temannya.
Siapa sih yang gak bangga punya temen artis?
Tapi yaaaaahh...mari salahkan pihak yang selalu ingin terlihat ikut campur dengan apa yang saya posting di facebook maupun twitter.
Selalu meng-ERTE ataupun meng-like atau nimbrung dengan sekenanya.
Belum lagi yang tiba-tiba menuliskan kata berikut : "ah kamu sombong sama temen lama
mentang-mentang sudah jadi artis"
Hello?
Kita bahkan jarang mengobrol. Setelah lama tidak bertemu tak ada satupun dari kita yang berniat untuk saling menghubungi. Jadi apa? Sama-sama sombong kah? Atau sebenarnya kamu tidak punya hak untuk berkata begitu?
Okay.
Sekarang lupakan teman-teman tipikal diatas.
Mereka--hanya sekumpulan orang gak banget yang akhirnya akan hilang gitu aja.
Lanjut ketika aku baru-baru saja menapaki dunia yang namanya entertainment.
Dengan penampilan yang menunjang, sudah barang tentu aku cepat naik daun.
Kebanjiran iklan dan tawaran main sinetron maupun film.Tawaran menyanyi dan menjadi presenter tak kalah banyaknya.
Sebagai artis dengan usia yang cukup belia, Kurasa gak ada
salahnya untuk mencoba segala peruntungan yang ada. Jadi kucoba saja beberapa Hasilnya? Sukses besar.
Awalnya aku pikir aku bertemu banyak teman baru dan bahkan keluarga serta teman baik baru.
Bisa ditebak dengan jelas pada akhirnya teman mainku ya para artis juga. Shopping bareng ampe dompet tipis, ngobrol ampe mulut berbusa, foto-foto bareng sampai memenuhi memori hape dan laptop, telfon-telfonan sampai tepar, nginep bareng pun sudah jadi hal yang sangat biasa.
Setelah aku menuai segalanya, kesuksesan, ketenaran, dan
rasa hormat dari banyak pihak, aku berkesimpulan hidup ini...begitu indah.
Atau mungkin jadi begitu indah.
Coba bayangkan...
Berjalan disudut manapun, tidak ada yang tidak mengenalku.
Apapun bisa kubeli sekarang.
Apartemen nyaman nan luas full facilities.
Kasur yang empuk dan nyaman.
Rambut dan kulitku juga sangat sehat berkat berbagai treatment.
Baju, sepatu dan tas branded, Lengkap.
Segala jenis smart gadget, Lengkap.
Mobil? Lengkap.
Semua lengkap.
Aku sedang berada di puncak!!
Dari ujung kaki keujung kepala semua lengkap!
Hidupku-
lengkap-
selengkap-
lengkapnya.
Aku tidak pernah berpikir kalau Dewi Fortuna benar-benar berpihak padaku, sampai akhirnya mau gak mau aku harus menerima kenyataan bahwa hidup itu gak akan bisa selalu menjunjungku ditempat tertinggi.
Masih banyak orang yang menunggu giliran dan mangambil posisiku pada akhirnya.
Kesimpulannya, setelah beberapa lama, aku jatuh keposisi terbawah setelah terkena skandal.
Naasnya ini baru tahun pertama sejak napak tilas saya. Haha..benar..tepat setelah aku berpikir betapa indahnya hidup ini.
Soal skandal apa, kalian tak perlu tau lah.
Karna yang namanya skandal gak ada yang beraroma manis.
Aku tau aku jatuh karna ulahku sendiri. Aku juga tau aku bodoh. Akupun tau seharusnya aku bisa setidak-tidaknya menjaga posisiku dibaris kedua. Gak perlu teratas. Kedua sudah cukup--andaikata aku tidak bertindak bodoh dan gegabah.
Jadi....inilah aku sekarang.
Semua aset habis dalam waktu sekejap hanya untuk membayar beberapa pengacara dan denda.
Pada akhirnya aku berakhir menjadi tahanan jalan.
Akupun kembali ke aku yang dulu.
Yang bukan siapa-siapa.
Orang-orang dalam foto yang memenuhi kartu memori smartphone ku gak tau pada kemana. Kutelfon juga gak ada jawaban. Katakanlah mereka sibuk.
Okay...jadi..inilah keluarga baruku..inilah teman baik baruku.
Haha. Mau dilihat dari segi manapun yang kutangkap hanya omong kosong.
Baiklah...ada beberapa yang masih care. Tapi tidak se-care dulu.
Orang-orang yang sering me-mention saya waktu itu? Mereka-STOP melakukannya.
Fans juga banyak yang berkurang.
Semua hilang seiring dengan lenyapnya popularitasku.
Dari sinilah awal mula aku belajar untuk berpikir dewasa walaupun aku tak mau.
Tapi kenyataan memaksaku untuk melakukannya.
Kejam memang. Tapi ternyata inilah yang namanya hidup.
Akupun memutuskan kembali ke kampung halamanku di Balikpapan.
Keluargaku....menyambut dengan penuh cinta kasih.
Untungnya mereka tidak membahas soal skandalku. Hanya memberi dukungan moral serta berbagai macam support yang lain.
Hal ini justru yang membuat alur hidupku semakin tragis dan pula mengejutkanku.
Kenapa aku baru menyadari bahwa keluargalah yang pada akhirnya akan menerimamu dengan lapang dada ketika tak ada seorang pun yang sudi menengok kearahmu?
Akupun teringat ketika paman-pamanku mencari berbagai relasi untuk melepaskanku dari jeratan hukum.
Kenapa aku baru sadar betapa berharganya sebuah keluarga?
Kenapa baru sekarang?
Aku menyesal tidak pernah memberi perhatian lebih ketika aku sendiri masih mapan dan serba berkelebihan.
Dan baru-baru ini teman-teman baikku semasa aku belum dikenal menanyakan kabar dan juga mensupportku lewat sms dan telpon.
Sedih sekali rasanya mengingat merekalah teman-teman yang mensupportku pertama kali ketika aku baru mengikuti berbagai audisi pemilihan calon artis dan akhirnya terpilih sampai menjadi artis. Mereka bukan lah bagian dari orang-orang yang me-mention ku secara habis-habisan dan pula tidak mendapat perhatian lebih dariku.
..."Kalau balik ke Balikpapan ayo kita jalan-jalan bareng lagi :)"...
..."Tetep semangat. Jangan nyerah. Life must go on! :D Eh kapan lagi nih mau makan stik di cafe pengkolan deket rumah lu waktu itu? wkwkwkwk"...
Walaupun hanya pesan sederhana mereka sukses membuat hatiku trenyuh.
Yah....
Pada akhirnya kepada merekalah aku kembali.
Keluarga...Teman-teman 'asli' yang sempat kulupakan..dan pada Tuhan. Harusnya dari awal aku bersyukur. Namun tak ada kata terlambat bukan?
Untuk sekarang mungkin aku gak akan langsung mengejar kaririku dibidang entertainment lagi.
Aku ingin mengistirahatkan diriku dulu.
Belajar tentang pendewasaan dan belajar bagaiman cara menilai dan menghargai apa yang ada disekitarmu.
Kawan. Inilah aku dan inilah hidup.
Satu kali kau berbuat kesalahan, kau mungkin dapat memperbaiki itu.
Tapi akan memakan waktu yang cukup lama untuk kau bangkit kembali ketika kau tidak bisa mensyukuri apa yang telah kau dapat dan menyadari betapa berharganya orang disekitarmu dan betapa banyaknya hal yang sebenarnya masih dapat kau lakukan.
Yah..sekianlah cerita dariku.
Semoga...terhibur. Mungkin.
~ ~ ~
Komen ditunggu ;)